Pendidikan Tanggung Jawab Siapa ?

/ Sabtu, 02 Mei 2015 / 23.40 WIB
"kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan"


SuaraAktual.com | Kampar - “Mulai Hari Ini, Kita Harus Mengubah Perspektif Bahwa pendidikan Bukan Hanya Urusan Kedinasan Di Pemerintahan, Melainkan Juga Urusan Kita dan Ikhtiar Memajukan Pendidikan Adalah Juga Tanggung Jawab Kita Semua”.

Demikian ungkapan Bupati Kampar H. Jefry Noer, SH ketika dirinya menjadi Inspektur upacara pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2015 diLapangan Pelajar Bangkinang yang dihadiri seluruh PNS dan THL serta Pelajar dijajaran Pemerintah Kabupaten Kampar. (2/5)

Jefry Noer mengatakan hal ini ketika membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan, lebih lanjut Jefry Noer menyampaikan bahwa ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud apabila kita semua terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan.

Jefry Noer juga mengungkapkan wajah masa depan kita berada di ruang-ruang kelas, akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung jawab membentuk masa depan itu hanya berada dipundak pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan. secara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara ujarnya.

Namun, secara moral, mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik, mengembangkan kualitas manusia indonesia harus dikerjakan sebagai sebuah gerakan bersama, semua harus ikut peduli, bahu-membahu, saling sokong dan topang untuk memajukan kualitas manusia indonesia lewat pendidikan ujar Jefry Noer menambahkan.

Dikatakan Jefry Noer lagi bahwa Kata kunci dari tema tersebut adalah “gerakan”, Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu, pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/lsm mengorganisasi. Berbeda dengan sekadar “program” yang “perasaan memiliki atas kegiatan” hanya terbatas pada para pelaksana program, sebuah “gerakan” justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan tegasnya.

“Mari kita ajak semua pihak untuk merasa peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika itu ungkap Jefry Noer”.

Dibagian lain sambutannya Jefry Noer mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter pancasila dalampendidikan kita. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan Menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Itulah karakter pancasila yangmenjadi tujuan pendidikan nasional kita.

Menumbuh kembangkan potensi anak didik seperti itu memerlukan karakteristik pendidik dan suasana pendidikan yang tepat, Di sinilah makna peringatan hari pendidikan nasional menjadi amat relevan untuk mengingatkan kembali tentang karakteristik pendidik dan suasana pendidikan Jefry Noer menambahkan.

Dibagian lain sambutannya Jefry Noer mengungkapkan bahwa sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter, di antaranya adalah sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, siswa dalam proses belajarnya, sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan, sekolah yang pembelajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, di mana individu diberikan pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya; sekolah yang pembelajarannyamemberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya.

Diakhir sambutannya Jefry Noer mengatakan di hari pendidikan nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan, Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan.

Disamping diadakannya Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, juga pada saat itu diserahkan piala dan hadiah kepada beberapa pemenang lomba sempena Hardiknas diantaranya, untuk tingkat SMA (Sekolah Menengah Utama) lomba Sholat Jenazah, Lomba Nyanyi solo Nasional dan Lomba Pidato, sedangkan untuk tingkat SMP (sekolah Menengah Pertama diantaranya Lomba Sholat Jenazah, Lomba Nyanyi solo Nasional dan Lomba Pidato, begitu juga dengan tingkat SD (Sekolah Dasar) pantia Hardiknas memperlombakan Lomba nyanyi Solo, Sholat Jenazah dan lomba Adzan. (adv/hms/iman)

Related Posts:

Komentar Anda

:)
:(
=(
^_^
:D
=D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p