![]() |
Amiruddin Harahap, (33) korban penikaman saat dirawat di Rumah Sakit TNI AD Losung Batu, Minggu 16 /12/2018 lalu. |
SUARAaktual.co | Padangsidimpuan - Pasca kejadian penikaman yang menimpa Amiruddin (33) seorang supir Taxi Madina Utama jurusan Padangsidimpuan - Sibolga pada, Minggu (16/12/2018) yang lalu tuai polemik.
Pasalnya pihak dari Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) sudah menyatakan bahwa Odogogo meninggal dunia karena gantung diri. Namun, pihak keluarga menyatakan tidak percaya dengan penyebab kematian yang dinyatakan pihak kepolisian tersebut. Namun ditengah polemik itu pihak keluarga korban tentu saja tidak di kesampingkan dalam hal ini, dimana sudah mengalami kerugian materiil dan inmateriil.
Dari keterangan Asni Tanjung istri dari Amiruddin, menyampaikan Pasca kejadian yang menimpa suaminya selaku korban penikaman, pihak keluarganya berharap ada itikad baik dari keluarga almarhum Ododogo (Red) dalam hal ini membantu atau meringankan biaya perobatan Amiruddin pun kerugian paska kejadian yang dialami keluarganya.
Kami tidak berharap banyak, sampai sekarang saya masih terbayang dengan kejadian itu demikian juga suami saya,"ucapnya dengan nada sedih ketika dihubungi melalui selulernya Senin (7/1/2019) sekira pukul 15.40 WIB.
Masih menurut pengakuan Asni, terkait perobatan suaminya, pernah dia sampaikan kepada pihak Kepolisian agar menyampaikan keluhannya itu kepada keluarga tersangka, tapi belum ada Jawaban.
"Tulang punggung dikeluarga saya, cuma suami saya, saya sendiri tidak bekerja. Sementara pasca kejadian yang menimpa suami saya, suami saya tidak bekerja karena masih proses penyembuhan luka akibat penikaman oleh tersangka, lukanya tampak bernanah, ini juga masih proses penyembuhan dan saat ini terus dalam perobatan ke Bidan, "ujarnya.
"Untuk itulah kami berharap, bagi keluarga yang diduga tersangka untuk turut membantu perobatannya, karena selama proses penyembuhan biaya perobatan suami saya ditanggung sendiri. Cuma biaya perobatan di Rumah Sakit TNI-AD aja pihak Taxi Madina Utama yang membiayai perobatannya, "ungkapnya.
Saat disinggung apakah keluarga yang diduga tersangka pernah menjenguk suaminya, diakui Asni, belum pernah sama sekali. Sementara suaminya sendiri sudah terbaring selama empat minggu,"tambahnya.
Disisi lain, Setiaman Giawa pihak keluarga dari Ododogo, kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa mereka bukan tidak ada niat untuk membantu perobatan korban.
Kami punya alasan, kenapa sampai sekarang belum membantu si Supir (Amiruddin), karena sampai sekarang, mereka dari pihak keluarga belum menerima pernyataan bahwa Ododogo Giawa pelakunya.
"Jadi begini kami dari pihak keluarga sebenarnya bukan kami tidak melakukan hal-hal yang wajar, akan tetapi benarkah saudaraka kami ini yang melakukan penikaman atau bukan. Jadi pernyataan penikaman ini, belum kami ketahui. Apakah benar dia (Ododogo -Red) , yang menikam supir atau tidak. Dan belum juga datang keluarga dari si supir menyampaikan informasi kepada pihak kami,"dalihnya.
Dan saat ini, kami belum percaya dengan penyebab kematian yang dinyatakan pihak kepolisian tersebut. Dan selaku pihak keluarga lanjut Giawa meminta kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan otopsi,"ujarnya saat di wawancarai di Mapolres Tapsel, Senin (7/12/2019) sekira pukul 18.00 WIB.
Sementara guna mengungkap kepastian penyebab kematian Odogogo Giawa yang diduga tewas gantung diri di kebun milik warga Lingkungan I Tano Ponggol Kelurahan Sitinjak Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapsel. Jajaran Sat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam waktu dekat berencana melakukan autopsi. Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Antonius Alexander, melalui pesan WhatsAppnya kepada wartawan.
"Berdasarkan hasil cek TKP yang diperkuat dengan hasil pemeriksaan dari para saksi, serta riksa oleh ahli paramedis, yang kemudian dilakukan pra rekonstruksi, maka dapat diambil kesimpulan, bahwasanya Ododogo murni meninggal disebabkan gantung diri," ujarnya.
Kendati demikian, sambung Kasat, untuk lebih meyakinkan pihak keluarga korban atau tersangka dalam kasus 351 dimaksud, pihak Kepolisian tidak menolak permintaan yang meminta agar terhadap jenazah anggota keluarga (Ododogo) dilakukan autopsi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Amiruddin Harahap (33) warga Desa Huta Koje Kec. Angkola Barat Kabupaten Tapsel yang kesehari hariannya bekerja sebagai sopir angkutan umum (Taksi Madina Utama) jurusan Padangsidimpuan - Sibolga menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan penumpangnya sendiri.
Singkat cerita, Amiruddin mengalami nasib naas tersebut ketika angkutan umum yang iya kendarai berada melintas di lingkungan I Tano Ponggol Kelurahan Sitinjak Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapsel, tiba tiba penumpangnya itu (Ododogo - Red) menikam punggungnya dari belakang sebanyak 4 (empat) kali. Dan selang beberapa jam pelaku yang diduga penikam Amiruddin ditemukan meregang nyawa di kebun salak milik warga dengan lilitan akar menjalar dilehernya tepatnya kurang lebih 400 Meter dari lokasi kejadian, Minggu (16/12/2018) yang lalu.
(DP.003/DTT.002)