![]() |
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli berikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
SUARAaktual.co | Jakarta - Penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya
akan memanggil Rizal Ramli terkait laporan dari DPP NasDem soal dugaan
pencemaran nama baik yang dilakukan oleh mantan Menko Maritim itu kepada Ketua
Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Rizal akan
diminta keterangannya pada Rabu (24/10) sekitar pukul 10.00 WIB di Ditreskrimum
Polda Metro Jaya sebagai pihak terlapor.
"Pagi
ini kita agendakan pemanggilan kepada Saudara Rizal Ramli terkait laporan dari
NasDem di Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro
Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (24/10).
Argo
mengatakan, dalam panggilan ini, Rizal akan diminta klarifikasinya oleh
penyidik soal dugaan pencemaran nama baik seperti yang dilaporkan oleh DPP
NasDem pada (17/9) lalu. Sementara itu kuasa hukum Rizal, Johannes Tobing,
menegaskan pihaknya siap memenuhi panggilan dari penyidik tersebut.
"Kita
pastikan sesuai dengan surat yang kami mohonkan Pak RR akan hadir dalam
pemeriksaan nanti," kata Johannes saat dihubungi terpisah.
Selain itu,
pihaknya juga akan membawa beberapa data yang nantinya disiapkan untuk
dijadikan alat bukti terkait ucapan Rizal soal polemik impor yang dibahas di
beberapa media massa.
"Siap,
karena kita kan bicara bukti, bicara data, Saudara RR punya dari Kabulog,
Mendag, Mentan itu lengkap semua. Data-data ini akan diserahkan kepada
penyidik," ucapnya.
Kasus ini
bermula dari kicauan Rizal Ramli dalam akun Twitternya yang menyatakan siap
menghadapi somasi dari NasDem terkait pernyataannya soal impor sejumlah
komoditi yang diduga melibatkan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, dan Menteri
Perdagangan sekaligus kader NasDem, Enggartiasto Lukita.
Rizal
dianggap membuat pernyataan fitnah, lantaran menyebut Surya Paloh campur tangan
terkait kebijakan impor garam, gula, dan beras yang dilakukan Enggar. Selain
itu, Rizal menilai Jokowi tidak berani menegur Surya Paloh terkait kebijakan
impor, sehingga Jokowi terkesan tidak tegas dan bisa berakibat kepada
elektabilitasnya yang terus merosot.
Sumber : Kumparan