![]() |
Samir Nasri ketika masih memperkuat Sevilla (REUTERS/Antonio Bronic) |
Nyon,- Samir Nasri dijatuhi hukuman larangan bertanding selama enam bulan oleh UEFA. Gelandang asal Prancis itu dianggap menyalahi aturan antidoping.
Nasri mendapatkan perawatan dari sebuah perusahaan medis swasta, Drip Doctors, di kamar hotelnya ketika berlibur di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2016. Dia, yang ketika itu dipinjam Sevilla dari Manchester City, awalnya merasa tak enak badan dan mulai muntah.
Dalam perawatan tersebut, Nasri diduga menerima 500 mL hidrasi dalam bentuk air steril yang mengandung komponen mikronutrien. Padahal, Badan Antidoping Dunia (WADA) memberi batas infusi sebanyak 50 mL per enam jam untuk atlet aktif.
"Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA (CEDB) telah membuat keputusan menyusul proses disiplin yang dibuka pada 6 Maret 2017 terhadap Samir Nasri untuk pelanggaran aturan antidoping UEFA. Samir Nasri dinyatakan bersalah karena menggunakan metode terlarang yang tertulis dalam daftar terlarang WADA," tulis UEFA di situs resminya.
"Dalam konteks ini, CEDB telah memutuskan untuk menghukum Samir Nasri selama enam bulan karena melanggar aturan antidoping dunia dan aturan antidoping UEFA."
UEFA memberikan kesempatan kepada Nasri untuk mengajukan banding terkait keputusan ini.
Nasri, yang kini berumur 30 tahun, sekarang tak punya klub. Dia meninggalkan klub Turki, Antalyaspor, pada Januari lalu setelah tampil sebanyak delapan kali untuk klub tersebut.
(mfi/nds)