SUARAaktual.com | Kabupaten Rohil - Sepertinya penggunaan alokasi dana desa (ADD) yang di duga tidak tepat sasaran di sejumlah wilayah Kabupaten Rokan hilir ( ROHIL ) terus bermunculan. Akibatnya, berbagai pihak mulai melaporkan dugaan penyelewengan dana ADD kepada pihak penegak hukum. Karena terdapat penyelewengan sejumlah dana yang menguntungkan bagi diri sendiri
Tidak hanya itu saja, sejumlah alokasi dana ADD, banyak disalah gunakan dan tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah direncanakan bahkan hanya tertera didalam laporan pekerja jasa laporan pertanggung jawaban realisasi pelaksanan APBKEP pemerintahan penghuluan bangko pusaka tahun anngaran 2015 , akan tetapi tidak terealisasi secara nyata dari berbagai permasalahan itu, muncul dari kalangan pemuda dan sejumlah masyarakat yang peduli terhadap desa mereka yang telah lama tertinggal dan jarang disentuh oleh pembangunan pemerintah khusnya pemerintah kabupaten rokan hilir.
Sejumlah pemuda dan masyarakat merasa kecewa karena desa bangko pusaka kecamatan bangko pusako kabupaten rokan hilir tersebut mendapatakan kucuran dana ADD dari kementrian itu yang lumayan besar hingga meliaran rupiah tetapi tidak terialisasi dan tersrap dengan baik .
Tentunya hal ini sangat disayangkan oleh masyarakat desa bangko pusaka , kecamatan pusako , kabupaten Rokan Hilir ( ROHIL ) karena kepala desa (KADES ) , dianggap tidak bijak terhadap pengelolaan dana ADD tersebut banyak permasalahan yang muncul , dari pembuatan pembangunan, serta biaya upah pembiayaan untuk kegiatan PLN yang dikerjakan langsung oleh masyarakat, bantuan organisasi kepemudaan dan kegiatan masyarakat hansip serta kegiatan keagamaan diduga dianggap tidak sesui dengan prosedur dan sejumlah dana yang dikucurkan oleh kepala desa bangko pusaka beserta tim khusu atau disebut tim pelaksana kerja ( TPK ) terhadap masing masing program pembangunan dengan menggunakan dana ADD tersebut .
warga masyarakat M TOHIR dan KAPRIADI yang mewakili sejumlah masyarakat Desa Bangko pusaka , Kecamatan, Bangko Pusako , Kabupaten Rokan Hilir saat di konfirmasi oleh beberapa media Pihaknya sangat menyayangkan atas kebijakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Bangko Pusako dan juga staf nya , sewaktu warga masyarakat dan pemuda Desa Bangko Pusaka menanyakan terkait pembanguna sumur air bersih yang tidak kunjung selesai dan sejumlah organisasi kepemudaan seperti karang taruna yang diberikan bantuan tidak sesuai dengan aturan dan tata cara suatu orgnisasi melaikan dana tersebut diberikan kepada orang yang tidak tepat sasaran yang sekarang tidak jelas keberadaan dana itu kemana .Katanya
M .TOHIR , KAPRIADI yang mewakili masyarakat merasa sangat kecewa tindakan yang dilakukan oleh kaur umum desa SOFYAN juga bendahara ROMI SATRIA Desa kepenghuluan bangko pusaka , kecamatan bangko pusako , kabupaten rokan hilir , sempat melontarkan kata-kata menantang dengan mengatakan laporkan saja kami tidak takut kami makan uang itu. Tindakan seperti itu dianggap tidak layak untuk dijadikan pejabat publik yang mana tugas dan pungsinya untuk melayani masyarakat .terangnya
Sewaktu dilakukan konfir masi ulang oleh salah satu tim liputan RIAU ANTARA .COM dan SUARA AKTUAL kepada kepenghuluan bangko pusaka ALFIAN , terkait penggunaan dana ADD dan peruntukan pembangunanya diakui banyak terdapat kesalahan dan ada sejumlah pembanguna yang belum terealisasi, dengan pernyataan tersebut penghulu bangko posaka siap mempertanggunag jawaban atas kecerobohan dan kesalaha yang telah dilakukanya .
Penghulu Desa Bangko Pusaka ALFIAN, juga tidak tahu kapan akan dirundingkan atau didudukan permasalahan penyelewengan dana ( ADD ) tersebut terhadap tim yang telah dibentuk , tim pelaksana kerja ( TPK ) dan masyarakat , ALFIAN selaku penghulu desa bangko pusaka mengucapkan hanya ALLAH lah yang tahu tutupnya.
Liputan : Tim
